Ilmuwan (Bagian 1)

Ilmuwan (bagian 1: Seri Matematika)


Ilmuwan (Bagian 1)



Perkembangan matematika sangat pesat akhir-akhir ini. Ini di dasarkan pada penemuan-penemuan terdahulu. Berikut adalah matematikawan yang telah mendedikasikan pemikirannya untuk kemajuan dunia.


Rene Descartes (1596-1650)

Ilmuwan (Bagian 1)

Sebenarnya Rene Descartes dikenal sebagai ahli filsafat modern pertama yang besar. Ia juga penemu biologi modern, ahli fisika, dan matematikawan.
Rene Descartes lahir di Touraine, Perancis, putra dari seorang ahli hokum, yang cukup kaya. Ayahnya memasukkan Rene Descartes ke sekolah Jesuit pada umur delapan tahun. Karena kesehatannya yang kurang baik, Descartes diizinkan menghabiskan waktu paginya belajar di tempat tidur., suatu kebiasaan yang dipandangnya berguna, sehingga dilanjutkannya sepanjang hidupnya. Pada umur 20 tahun, ia mendapat gelar sarjana hukum dan selanjutnya menjalani kehidupan seorang tuan yang terhormat, menjalani dinas militer beberapa tahun dan tinggal beberapa waktu di Paris dan kemudian di Belanda. Ia pergi ke Swedia diundang untuk mengajari Ratu Christina, di mana ia meninggal karena pneumonia pada tahun 1650.



Descartes menyelidiki suatu metode berpikir yang umum yang akan memberikan pertalian pada pengetahuan dan menuju kebenaran dalam ilmu-ilmu. Penyelidikan itu mengantarnya ke matematika, yang ia simpulkan sebagai sarana pengembangan kebenaran di segala bidang. Karya matematikanya yang paling berpengaruh adalah La Geometrie , yang diterbitkan tahun 1637. Di dalamnya memuat suatu penggabungan dari geometri terdahulu dan patut dimuliakan dengan aljabar yang masih baru. Bersama dengan orang Perancis lainnya, Pierre Fermat (1601-1665), ia diberi pujian dengan gabungan tersebut yang saat ini kita sebut geometri analitik, atau geometri koordinat.

Augustin Louis Cauchy (1789-1857)

Ilmuwan (Bagian 1)

Augustin Louis Cauchy lahir di Paris dan dididik di Ecole Polytechnique. Karena kesehatan yang buruk, ia dinasehatkan untuk memusatkan pikiran pada matematika. Selama karirnya, ia menjabat sebagai mahaguru di Ecole Polytechnique, Sorbone, dan College de France. Sumbangan-sumbangan matematisnya cemerlang dan mengejutkan dalam jumlahnya. Produktivitasnya sangat hebat sehingga Academy Paris memilih untuk membatasi ukuran makalahnya dalam majalah ilmiah untuk mengatasi keluaran dari Cauchy.
Cauchy adalah seorang pemeluk katolik dan pengikut Raja yang patuh. Dengan menolak bersumpah setia kepada pemerintah perancis yang berkuasa dalam tahun 1830, ia mengasingkan diri ke Italia untuk beberapa tahun dan mengajar di beberapa institute keagamaan di Paris sampai sumpah kesetiaan dihapuskan setelah revolusi 1848.



Cauchy mempunyai perhatian luas. Ia mencintai puisi dan mengarang suatu naskah dalam ilmu persajakan Bahasa yahudi. Keimannya dalam beragama mengantarnya mensponsori kerja social untuk ibu-ibu tanpa nikah dan narapidan. Walaupun kalkulus diciptakan pada akhir abad ke tujuh belas, dasar-dasarnya tetap kacau dan berantakkan sampai Cauchy dan rekan sebayanya (Gauss, Abel, dan Bolzano) mengadakan ketelitian baku. Cauchy memberika pemikiran tentang dasar kalkulus pada definisi yang jelas dari konsep limit.
Descarter dan Cauchy adalah dua orang yang menyumbangkan pemikirannya terhadap matematika. Walaupun mungkin ada yang berasal dari latar belakang yang bukan matematika.

"Himbauan : Jika artikel ini memang berguna untuk teman-teman, MOHON artikel ini di sharing kepada yang lain SUPAYA Teman-teman kita juga mendapatkan manfaatnya. Terimakasih"

Baca Juga:
Ilmuwan Bagian 2


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ilmuwan (Bagian 1)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel